Siang di Perempatan Lebak Bulus

Minggu siang, di perempatan Lebak Bulus
Saat matahari sengat kepala

Dua gadis kecil naik ke atas Kopaja
Menengadahkan tangan, harapkan belas kasihan seadanya

Selembar uang ribuan diterima dengan suka cita

Pattimura digabungkan dengan recehan dalam botol akua
Kemudian dibagi dua

Kerjasama sederhana
Dua insan muda belia
Yang seharusnya sedang bergembira
Di tengah sanak saudara

Bukan koalisi berbagi kuasa
Untuk jarah uang rakyat, esok lusa

Sehari Usai Pemilu

Gadis cilik ditemani wanita setengah baya
naik ke dalam bus

Pukul setengah sepuluh malam
Sehari usai Pemilu Parlemen 2009

Bus berjalan perlahan, tinggalkan belahan barat ibukota
Wanita setengah baya memutar kaset disko dangdut
Bersaing dengan gemuruh mesin dan roda menggilas jalan tol

Gadis kecilpun bernyanyi
Mencoba kalahkan deru bus dan dentum musik

Ini bukan kicauan calon anggota dewan
Yang berbulan-bulan jual tampang
Menyesaki ruang publik dengan ribuan bualan

Gadis cilik bermata letih bermuka enggan
Seharusnya sudah lelap di peraduan

Larut malam masih kumpulkan recehan
Di negeri yang baru saja buang duit triliunan
Agar ratusan orang bisa ngantor di Senayan

Sang gadispun berhenti benyanyi
Tertidur di bangku kosong
Coba puaskan kantuk yang menyerang

Ini bukan panggung politik negeri
tempat ratusan ribu cangkem baru saja berhenti umbar janji
Dan segera diganti babak baru panggung komedi

Tidak ada ratusan ribu simpatisan
Yang menunggu uang bayaran

Hanya puluhan tubuh tergeletak lelah
Di atas bus bertarif dua ribu lima ratus rupiah

Aku Muak dengan Senyum Kalian!

Aku muak dengan senyum kalian!

Merusak pohon-pohon rindang
Mengotori tiang-tiang jalanan
Bersaing dengan iklan film kuntilanak di perempatan

Seringai lebar tanpa keikhlasan
Sama seperti serigala siap menerkam

Kalian buang duit miliaran
Memancing pundi-pundi yang lebih besar

Senyum kalian akan makin lebar di Senayan
Saat terima uang usai tidur di tengah sidang
Saat bos BUMN selipkan amplop ke tangan

Tertawa saat bikin Undang-undang yang bikin semua hal jadi mahal
Tersenyum simpul saat loloskan aturan yang tak masuk akal

Nyaman nikmati kursi empuk di ruang sejuk

Saat jutaan orang susah cari gawean
Anak-anak tak bisa sekolah
Ribuan tergusur atau terusir lumpur

Aku muak dengan senyum kalian!

Jakarta Selatan, 5 Maret 2009